Mamuju, LintasDesaNusantara
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan keterbatasan lapangan kerja, beternak ayam kampung secara rumahan menjadi salah satu peluang usaha yang semakin diminati masyarakat. Usaha ini dinilai relatif mudah dijalankan, tidak memerlukan modal besar, serta dapat dilakukan di pekarangan rumah dengan lahan yang terbatas.
Ayam kampung dikenal memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik dibandingkan ayam ras. Selain itu, permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung juga terus meningkat karena dianggap lebih sehat dan memiliki cita rasa yang khas. Hal ini membuat banyak keluarga mulai melirik usaha ternak ayam kampung sebagai sumber penghasilan tambahan.

Pakan yang diberikan biasanya berupa campuran dedak, jagung giling, serta sisa makanan rumah tangga yang masih layak. Selain itu, ayam juga dapat dilepas sesekali di pekarangan agar dapat mencari pakan alami seperti serangga dan rumput.

Selain menghasilkan daging, ayam kampung juga dapat memberikan keuntungan dari penjualan telur dan anak ayam. Beberapa peternak bahkan mulai mengembangkan sistem penetasan telur menggunakan mesin tetas sederhana untuk meningkatkan produksi.
Dengan perawatan yang tepat dan pengelolaan yang baik, beternak ayam kampung rumahan dapat menjadi usaha yang berkelanjutan. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, usaha ini juga berpotensi meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat.
(( RUSLI KACUPING ))


















