Mamuju, LintasDesaNusantara.Com
Suasana khidmat sekaligus hangat menyelimuti Lapangan Upacara Kantor Bupati Mamuju pada Senin pagi (30/03/2026).
Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak memadati lapangan dalam rangka Apel Besar yang dirangkaikan dengan Halal bi Halal keluarga besar Pemerintah Kabupaten Mamuju.
Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, S.H., M.Si., ini bukan sekadar seremoni rutin.
Kehadiran Wakil Bupati, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga staf menjadi simbol soliditas birokrasi Mamuju dalam menatap agenda pembangunan setelah merayakan Idul Fitri.
Menjawab Tantangan dengan Keterbukaan
Dalam amanatnya, Bupati Sutinah menyampaikan pesan yang menyentuh sisi kemanusiaan sekaligus profesionalisme. Beliau menegaskan bahwa momentum lebaran harus menjadi spirit baru untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik.
”Momentum ini adalah ruang bagi kita untuk meruntuhkan sekat. Tradisi berjabat tangan hari ini memiliki makna mendalam sebuah keterikatan emosional antara pimpinan dan staf.
Dengan hati yang bersih, saya ingin kita semua berlari lebih kencang merealisasikan program kerja di masing-masing OPD,” ujar Bupati.
Menanggapi isu strategis yang tengah menjadi sorotan masyarakat, khususnya akses infrastruktur menuju Desa Kopeang, Bupati memberikan penjelasan yang menyejukkan sekaligus edukatif terkait kendala di lapangan.
”Saya memahami kerinduan saudara-saudara kita di Kopeang akan akses jalan yang mulus. Namun, kita harus jujur pada realitas bahwa pembangunan di sana menghadapi tantangan yang cukup kompleks.
Saya sudah perna menginterpensi bahkan membawa langsung teman teman Kementrian BNPB kesana, pasca gempa kemarin. Saya cinta warga Kopeang. jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa kondisi geografis yang ekstrem, ancaman longsor, serta keterbatasan fiskal APBD daerah kita menjadi variabel yang membuat pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Membangun jalan sepanjang 21 KM di medan pegunungan dan sungai bukanlah perkara mudah, kita butuh biaya kurang lebih 100 M.
Pemerintah Kabupaten tidak tinggal diam, kita terus berkoordinasi dengan pusat dan provinsi untuk mencari solusi terbaik bagi Kopeang,” tegas Bupati.
Tradisi Tanpa Sekat dan Evaluasi Strategis
Usai apel, suasana berubah mencair. Barisan panjang terbentuk melingkari lapangan saat para pejabat dan staf saling berjabat tangan, memaafkan satu sama lain tanpa memandang eselon maupun jabatan. Kebersamaan ini memperlihatkan wajah Pemkab Mamuju yang harmonis dan inklusif.
Agenda kemudian berlanjut dengan sesi Coffee Morning di ruang kerja Bupati yang diikuti oleh pejabat Eselon II. Dalam pertemuan terbatas tersebut, Bupati melakukan evaluasi mendalam terhadap progres program kerja triwulan pertama. Isu-isu kemasyarakatan terkini dibahas secara intensif guna memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju kembali meneguhkan komitmennya: bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik infrastruktur, tetapi juga tentang membangun harmoni dan integritas di dalam tubuh birokrasi demi Mamuju yang lebih keren dan bermartabat.
(( UMAR ))


















