mamasa,LintasDesaNusantara
Area persawahan terasering di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, saat ini semakin meluas. Hal tersebut berdasarkan pantauan wartawan Lintas Desa Nusantara yang baru-baru ini mengunjungi sejumlah wilayah pertanian di daerah tersebut

Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Mamasa kembali mencetak sawah baru seluas sekitar 300 hektar melalui dinas pertanian dan didukung penuh oleh kodim 1428 Mamasa.
Penambahan lahan tersebut semakin memperkuat potensi Mamasa sebagai salah satu daerah dengan bentang alam persawahan terasering yang luas dan produktif di Sulawesi Barat

Kabupaten Mamasa sendiri dikenal memiliki potensi persawahan terasering yang cukup besar. Hamparan sawah yang mengikuti kontur perbukitan tidak hanya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, tetapi juga menjadi salah satu keindahan alam yang kerap menarik perhatian masyarakat maupun pengunjung.
Di sejumlah area sawah terasering, juga sering ditemui kolam-kolam kecil yang dimanfaatkan masyarakat setempat untuk memelihara ikan. Beberapa jenis ikan yang umum dibudidayakan antara lain ikan nila dan ikan emas. Kolam tersebut biasanya terintegrasi dengan sistem irigasi sawah sehingga memudahkan perawatan ikan oleh petani.

Selain memberikan nilai estetika pada lanskap pedesaan, keberadaan sawah terasering dan budidaya ikan tersebut juga menjadi salah satu penopang ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Mamasa.
Dengan terus bertambahnya luas lahan persawahan, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Mamasa semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di daerah tersebut.
( RUSLI KACUPING )


















