Mamuju, LintasDesaNusantara
Petani kelapa sawit diimbau untuk lebih memperhatikan tingkat kematangan buah sebelum melakukan panen agar hasil produksi tetap optimal dan tidak merugikan kebun dalam jangka panjang.
Buah sawit yang siap dipanen umumnya memiliki warna merah oranye terang dengan tandan yang terlihat besar dan padat. Selain itu, di bawah pohon biasanya sudah terdapat sekitar 5 hingga 10 brondolan atau buah yang terlepas secara alami. Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda bahwa buah sawit telah matang dan memiliki kandungan minyak yang maksimal.
Sementara itu, buah sawit setengah matang biasanya berwarna kuning kemerahan dengan jumlah brondolan yang masih sedikit atau belum ada. Pada kondisi ini tandan masih cukup keras sehingga jika dipanen terlalu cepat, hasil minyak yang diperoleh belum optimal.
Adapun buah sawit mentah memiliki warna ungu tua, hitam, atau hijau. Buah pada tahap ini masih kecil, keras, dan belum terdapat brondolan yang jatuh di sekitar pohon. Buah yang masih mentah tidak dianjurkan untuk dipanen karena kandungan minyaknya masih sangat rendah.
Salah satu petani sawit yang telah puluhan tahun menggeluti usaha perkebunan mengatakan bahwa pemahaman tentang tingkat kematangan buah sangat penting bagi petani. Ia menilai, panen yang dilakukan pada waktu yang tepat dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga produktivitas tanaman.
Petani tersebut memilih untuk tidak menyebutkan namanya, namun ia berharap para petani sawit dapat lebih memperhatikan tanda-tanda kematangan buah sebelum melakukan panen agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.
(( RUSLI KACUPING ))


















