Cover
Cover
Daerah  

” Sekolah Hampir Roboh, Tapi Katanya Pendidikan Sudah Kokoh “

oppo_0
banner 120x600
banner 468x60

Mamuju, LintasDesaNusantara.Com

Di tengah semangat peningkatan mutu pendidikan yang sering digaungkan, kondisi bangunan SDN Salumoni justru seperti ikut “berlatih gempa” setiap hari.
Dinding retak, atap nyaris ambruk, dan tiang penyangga yang tampak lebih cocok disebut “penonton setia kerusakan” menjadi pemandangan rutin siswa. Namun, kabar baiknya—menurut narasi yang sering terdengar—pendidikan di daerah ini tetap “maju pesat”. Mungkin maksudnya, maju menuju titik kritis.

Ironisnya, anak-anak tetap belajar dengan penuh semangat, meski harus sesekali melirik ke atas, memastikan apakah hari itu mereka belajar Matematika… atau belajar menghindari reruntuhan. Guru pun ikut berperan ganda: pengajar sekaligus “petugas kesiapsiagaan darurat”.

Sementara itu, masyarakat setempat mulai bertanya-tanya: apakah bangunan sekolah harus benar-benar roboh dulu agar bisa masuk agenda prioritas? Atau mungkin perlu viral dulu, baru dianggap layak diperhatikan?

Sindiran pun bermunculan di kalangan warga: “Kalau bangunan sekolah ini ikut lomba ketahanan, mungkin sudah lama kalah. Tapi kalau lomba diabaikan, jelas juaranya.”

Harapannya sederhana—tak perlu janji tinggi menjulang, cukup bangunan sekolah yang tidak ikut runtuh bersama masa depan anak-anak.

Karena sejatinya, pendidikan yang kokoh seharusnya dimulai dari fondasi yang juga kokoh… bukan yang nyaris rubuh.

(( RUSLI KACUPING ))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *