Mamuju,LintasDesaNusantara.Com
Proses pascapanen menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas hasil pertanian, termasuk pada komoditas jagung. Salah satu tahap krusial adalah penjemuran, yang berfungsi menurunkan kadar air agar jagung tahan lama dan tidak mudah berjamur.
Para penyuluh pertanian mengingatkan bahwa kesalahan dalam menjemur jagung dapat menyebabkan kerusakan kualitas, bahkan kerugian ekonomi bagi petani. Oleh karena itu, berikut tata cara menjemur jagung yang baik dan benar:
1. Pilih Waktu yang Tepat
Penjemuran sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah, terutama antara pukul 09.00 hingga 15.00. Sinar matahari yang cukup membantu mempercepat proses pengeringan.
2. Gunakan Alas yang Bersih
Jagung harus dijemur di atas alas seperti terpal, tikar, atau lantai jemur yang bersih. Hal ini mencegah kontaminasi kotoran, jamur, atau bakteri dari tanah.
3. Tebar Jagung Secara Merata
Jagung sebaiknya disebar dengan ketebalan tipis dan merata agar semua bagian terkena sinar matahari secara optimal. Penumpukan yang terlalu tebal akan memperlambat pengeringan.
4. Lakukan Pembalikan Secara Berkala
Jagung perlu dibalik setiap beberapa jam agar kering secara merata dan tidak lembap di bagian bawah.
5. Lindungi dari Hujan dan Embun
Saat cuaca berubah atau menjelang sore, jagung harus segera ditutup atau dipindahkan ke tempat teduh untuk menghindari kelembapan kembali.
6. Pastikan Kadar Air Ideal
Jagung yang sudah kering biasanya memiliki kadar air sekitar 12–14%. Ciri-cirinya antara lain biji keras dan tidak mudah ditekan dengan kuku.
7. Simpan di Tempat Kering
Setelah proses penjemuran selesai, jagung harus disimpan di tempat yang kering, memiliki sirkulasi udara baik, dan terlindung dari hama.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, petani diharapkan dapat menjaga kualitas jagung tetap optimal, meningkatkan nilai jual, serta mengurangi risiko kerusakan selama penyimpanan.
Pemerintah daerah juga terus mendorong penggunaan teknologi pengering modern sebagai alternatif, terutama saat musim hujan, guna menjaga stabilitas produksi jagung nasional.
(( RUSLI KACUPING ))


















