mamuju,LintasDesaNusantara.
Dugaan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi kembali mencuat di wilayah Sulawesi Barat. Pupuk subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani di Kabupaten Mamuju diduga justru dibawa keluar daerah hingga ke Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Pasangkayu oleh oknum pengusaha nakal.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan bahwa aktivitas pemuatan pupuk dalam jumlah besar kerap dilakukan pada malam hari. Pupuk tersebut dimuat menggunakan kendaraan angkutan dan diduga langsung dikirim ke wilayah lain untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut sudah beberapa kali terlihat. “Biasanya mobil datang malam hari, lalu memuat karung-karung pupuk dalam jumlah banyak. Setelah itu langsung dibawa keluar daerah,” ujarnya.
Praktik ini diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan pupuk yang kerap dikeluhkan para petani di Kabupaten Mamuju. Padahal, pupuk bersubsidi merupakan bantuan pemerintah yang ditujukan untuk mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani setempat.
Tokoh masyarakat setempat meminta aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan. Mereka berharap pengawasan terhadap distribusi pupuk subsidi dapat diperketat agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan petani.
“Jika benar pupuk yang diperuntukkan bagi petani Mamuju justru dibawa ke Mamuju Tengah bahkan sampai Pasangkayu, tentu ini sangat merugikan petani di daerah ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait dapat meningkatkan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi serta menindak tegas oknum yang terbukti melakukan penyimpangan demi keuntungan pribadi.
( RUSLI KACUPING )












