Cover
Cover
Daerah  

Pembangunan gedung SMPN 2 rantim Mamasa dari DAK 2024 belum rampung hingga Maret 2026 di minta BPK turun mengaudit

banner 120x600
banner 468x60

Mamasa,LintasDesaNusantara

Pembangunan gedung SMP Negeri 2 Rantim, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, hingga Maret 2026 dilaporkan belum juga rampung. Kondisi ini menimbulkan perhatian dari masyarakat karena proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut seharusnya telah selesai sesuai jadwal pelaksanaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan sekolah tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Beberapa bagian bangunan telah berdiri, namun masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum diselesaikan, seperti penyelesaian struktur, pemasangan fasilitas pendukung, serta pekerjaan finishing lainnya. Akibatnya, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa dan tenaga pengajar.

Keterlambatan penyelesaian pembangunan sekolah ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat setempat terkait pengelolaan dan penggunaan anggaran proyek tersebut. Warga berharap ada penjelasan terbuka dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai kendala yang menyebabkan pembangunan belum selesai hingga saat ini.

Sejumlah pihak juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk turun langsung melakukan monitoring serta audit terhadap proyek pembangunan tersebut. Langkah ini dinilai penting guna memastikan penggunaan Dana Alokasi Khusus benar-benar sesuai dengan peruntukannya serta berjalan transparan dan akuntabel.

“Karena ini menggunakan dana negara, kami berharap BPK dapat turun langsung memonitor atau mengaudit proyek ini agar semuanya jelas dan tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat,” ungkap salah seorang warga yang berharap pembangunan sekolah tersebut segera diselesaikan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan pembangunan gedung SMP Negeri 2 Rantim agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Keberadaan fasilitas pendidikan yang layak dinilai sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar bagi para siswa di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan pembangunan gedung sekolah tersebut.

 

((( RUSLI KACUPING )))

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *